Ini 8 Syarat untuk Wisatawan yang Ingin Liburan ke Bali

Ini 8 Syarat untuk Wisatawan yang Ingin Liburan ke Bali

Bali sudah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan domestik. Namun, ada aturannya baru bagi wisatawan yang masuk ke Bali. Gubernur Bali Wayan Koster sudah mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur syarat-syarat itu. Surat Edaran bernomor 15243 Tahun 2020 itu memuat perihal Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Bali sehabis dibukanya kesibukan pariwisata setempat untuk wisatawan domestik menjadi 31 Juli.

Baca Juga: Bali Segera Dibuka untuk Turis Lokal, Bagaimana Persiapannya? “Salah satu hal yang menjadi dasar pertimbangan SE Gubernur Bali ini adalah kepariwisataan Bali kudu mengutamakan segi kesehatan dan mutu yang lebih berikan pelindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali didalam jaman pandemi COVID-19,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, di Denpasar. Dalam Surat Edaran ada sejumlah ketentuan yang diatur didalam SE itu yakni;

1. Wisatawan nusantara yang berkunjung ke Pulau Dewata haruslah bebas COVID-19 bersama dengan membuktikan surat info hasil negatif uji swab berbasis PCR, minimum hasil non-reaktif rapid test dari instansi yang berwenang. Baca Juga: 5 Berita Terpopuler: Djoko Tjandra Pulang, Ada Pesan untuk FPI, Habib Rizieq Mau Dijemput Denny Siregar? sewa mobil murah di bali

2. Masa berlaku surat info hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test untuk berkunjung ke Bali itu paling lama 14 hari sejak surat info tersebut dikeluarkan. Bagi wisatawan yang sudah membuktikan surat info yang masih berlaku, tidak kembali diwajibkan laksanakan uji swab atau rapid test, kalau mengalami tanda-tanda klinis COVID-19.

3. Wisatawan yang tidak mampu membuktikan surat itu, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali. Baca Juga: Jadi Korban Jambret di Bali, Bule Cantik ini Menangis Menyayat Hati Depan Warung Makan

4. Selama menanti hasil uji swab, wisatawan menjalani sistem karantina di daerah yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

5. Wisatawan yang positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab dapat dirawat di fasilitas kesehatan di Bali. Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan.

6. Sebelum keberangkatan ke Bali, tiap-tiap wisatawan berkewajiban isi Aplikasi LOVEBALI. Petunjuk Aplikasi LOVEBALI mampu dibuka terhadap laman https://lovebali.baliprov.go.id. Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali kudu menegaskan tiap-tiap Wisatawan sudah isi Aplikasi LOVEBALI.

7. Selama laksanakan kesibukan wisata di Bali, wisatawan berkewajiban laksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Bali Era Baru sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Bali diantaranya gunakan masker/pelindung wajah, membasuh tangan bersama dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer, dan memenuhi ketentuan menjaga jarak minimal satu meter terhadap selagi berinteraksi dan duduk, dan juga laksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

8. Selama berada di Bali, wisatawan diimbau mengaktifkan Global Positioning System (GPS) terhadap smartphone demi upaya pelindungan dan pengamanan bagi wisatawan. Wisatawan mampu memberikan keluhan atau kasus sepanjang berada di Bali melalui aplikasi LOVEBALI. Gede Pramana mengingatkan wisatawan berkewajiban mematuhi ketentuan didalam Surat Edaran tersebut, dan bagi yang melanggar dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan ketetapan perundang-undangan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *